Bohong

Hari ke-1 Ramadhan 1442 H

“Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (Al Isra’ : 36)

Sekarang ini memang sudah zamannya digital. Semua aktivitas tak lepas dari sentuhan digital. Orang yang berprofesi sampai pengangguran, dari yang tua sampai yang muda. Semua mengenal digital, terutama gadget. Media sosial menjadi salah satu teman dalam semua gerak-gerik kita. Sampai pada ujung kesimpulan, bahwa apakah yang tertulis dalam media sosial mengandung kebenaran atau kebohongan.

Hasil survey Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), merilis tentang berita hoax. Hasil survey ditemukan bahwa 61,5% responden berpendapat bahwa hoax sangat mengganggu kerukunan bermasyarakat. 76,4% mengatakan hoax sangat menghambat kelompok masyarakat untuk berprestasi.

Bohong atau hoax telah muncul sejak manusia ada di bumi ini. Mereka ini tidak pernah merasakan sikap jujur yang merupakan kenikmatan yang diberikan Allah swt. Kejujuran yang merupakan alat ukur kebahagiaan sebuah bangsa, telah dinodai oleh orang yang kufur nikmat. Orang yang berlaku dusta dapat disebabkan karena : tipisnya rasa takut kepada Allah swt. Rasa ini yang makin menjadi-jadi pada kehidupan yang mengagungkan hasil sains dan teknologi.

Usaha memutar balikkan fakta dengan berbagai motif, menjadi penyebab kebohongan merebak. Mereka yang masuk dalam lingkaran ini adalah orang yang suka dengan jalan pintas. Kekayaan, kepandaian, ketrampilan, didapat dengan membalikkan fakta yang sesungguhnya.

Penyebab lainnya, mencari perhatian, tidak adanya rasa tanggung jawab, kebiasaan berdusta yang dipupuk sejak kecil, dan merasa bangga dengan kedustaan.

Penyakit hati seperti ini harus dihindari, agar kita dapat menikmati kehidupan dengan penuh ketentraman dan kenyamanan. Bila ingin mengerti keburukan sifat bohong dari dirimu sendiri, lihatlah kebohongan orang lain. Pasti akan merasa benci, jengkel, dan meluapkan emosinya. Agar tidak menderita akibat kedustaan yang kita perbuat, maka ada beberapa terapi yang dapat membantu, menghilangkan kebohongan.

Pertama, membiasakan diri untuk memikul tanggung jawab dalam hal kebenaran. Banyak sekali kejadian kecil, yang kita alami, terkait dengan kejujuran.

Kedua, memelihara ucapan atau tulisan dan sering-seringlah mengoreksi bila ada kesalahan atau yang mengakibatkan orang lain menafsirkan berbeda. Bahasa tulisan terutama yang sering menimbulkan multi tafsir.

Ketiga, mengajarkan kepada anak-anak kita tentang mulianya berkata jujur. Beri sanjungan kepada mereka. Kata sanjungan ibarat sebuah keamanan lahir batin, sehingga mereka akan merasa nyaman.

Sahabat

Jum’at Berkah

Mencari teman memang mudah – Pabila untuk teman suka – Mencari teman tidak mudah
Pabila untuk teman duka – Banyak teman di meja makan – Teman waktu kita jaya – Tetapi di pintu penjara – Disana teman tiada – Mencari teman memang mudah – Pabila untuk teman suka
(Rhoma Irama)

Dalam bahasa Arab, arti teman dapat bermacam-macam tergantung karakteristiknya masing-masing. Misalnya Jamiil artinya bagus, tampan, gagah. Jamiil sebutan untuk laki-laki. Sedangkan kalau perempuan Jamiilah. Jamiil melambangkan ambisi yang membaja, atau orang yang tak henti-hentinya berupaya meraih apa yang diinginkan.

Shahib artinya teman. Shahib sebutan untuk laki-laki juga. Adapun kalau perempuan namanya Shahibah. Shahib berarti teman atau sahabat yang menyertai. Kariim mengandung arti murah hati, mulia, bersahabat. Kariim adalah harapan agar orang tersebut menjadi laki-laki yang peduli, istimewa, dermawan dan baik hati.

Dari ketiga contoh tersebut, mengerucut menjadi satu yaitu sahabat. Sahabat merupakan pertemanan yang mengetahui ketika sedih atau terluka. Sahabat selalu ada disetiap suka dan duka. Ia selalu ada untuk kita dan memiliki ikatan emosi kuat. Ia juga yang membuat masalah kita sirna, namun tak akan hilang saat kita mempunyai masalah.

Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung. Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan mampu hidup sendiri. Dimanapun berada kita pasti berinteraksi dengan orang lain. Meskipun teknologi informasi demikian pesat perkembangannya, kita tetap membutuhkan orang lain.  

Berteman dengan orang lain ada kalanya merasa cocok, namun tak jarang lebih banyak yang tidak nyaman. Chemistri dalam berteman tidak datang tiba-tiba. Butuh proses waktu yang panjang sekaligus sebagai ajang pembuktian, arti seorang sahabat.

Sahabat yang baik, bukan dari golongan orang yang membabi buta. Segala tindak-tanduk kita dibenarkan olehnya. Teman yang baik adalah, mereka yang menegur dikala kita melakukan kesalahan. Teman baik, yang selalu mengingatkan kewajiban. Shahib yang bijaksana selalu menakar perilaku kita. Kiranya surat al-Isra’ : 7, sangat tepat untuk yang mencintai persahabatan.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri pula… (QS. Al-Isra’: 7)

Berdakwah di Era Didital

Virus Corona ternyata memiliki sejarah nama yang cukup beragam. Namun para ahli sepakat bahwa Corona, pada akhirnya diberi nama populer covid19. Semula Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan corona dengan nama novel coronavirus (nCov). Akhirnya corona diberi label COVID-19. Covid19 juga tidak mengidikasikan suatu daerah.

Sebenarnya, sudah ada beberapa lembaga yang mengusulkan nCov diganti menjadi SARS 2, tapi covid19 ternayata lebih baik. Covid itu menggambarkan coronavirus disease. 19 melambangkan tahun kejadian. Seperti diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Orang pertama yang terpapar penyakit ini berprofesi sebagai pedagang hewan di kota itu.

Mengapa diberi nama Vicon20? Tentu ada kaitannya dengan Covic19.

Baca selengkapnya

Mendidik Anak adalah Pilihan

Ny Yayah Komariah selalu setia mendampingi kelima bila mereka belajar. Topik yang dibicarakan adalah suka-suka, tergantung keinginan mereka. Namun yang paling seru dan sering dibicarakan adalah pada mata pelajaran Matematika. Hasan yang baru berumur 7 tahun, mempunyai cita-cita menjadi astronot dan suatu saat ingin ke Planet Mars. Vida, sang kakak ingin menjadi guru. Sungguh mulia harapan mereka. Ruangan depan yang berukuran 3 x 3 menjadi arena untuk memacu diri, agar tidak kalah dengan teman-teman yang sempat mengenyam di bangku sekolah. Itulah kisah yang saya nukilkan pada buku Home Schooling terbitan kompas, 2007.

“Masuk ke sekolah formal yang bermutu biayanya mahal, sedikitnya Rp. 3 juta dengan biaya bulanan Rp. 150.000. Saya sudah pernah mau mendaftarkan anak saya ke SD negeri, tetapi begitu melihat guru untuk 40 anak, saya ngeri juga memasukkan anak ke sistim itu” itu alasan Ny Yayah, mengapa dia lebih senang memilih Home Schooling. Latar belakang pendidikan beliau saja, dia lebih enjoy untuk mendidik anaknya sendiri. Dengan berbekal mantan seorang guru, ternyata bukan hanya anaknya sendiri yang selalu mengikuti kegiatan belajar di rumah. Tercatat beberapa tetangga juga tertarik untuk membentuk kelompok, mendirikan sekolah di rumah.

Baca selengkapnya

Memanfaatkan Blended Learning

sumber gambar : https://sevima.com/beberapa-hal-yang-perlu-anda-ketahui-tentang-blended-learning/

Rindu, itulah ungkapan yang tepat untuk anak-anak yang merindukan bersua dengan teman sekelas. Tiga bulan lebih, anak-anak berkutat di rumahnya masing-masing. Bahkan, ritual yang paling didambakan terlewatkan begitu saja tanpa ada kesan yang mendalam, Ramadhan dan Iedul Fitri di tahun 1441 H. Terasa hambar.

Aktifitas anak, dan juga orang tua yang menerapkan Work From Home (WFH) dari satu tempat ke tempat yang lain dalam lingkaran rumah. Kamar tidur, dapur, kamar mandi. Itulah sirkulasi keseharian kita. Tak beranjak yang lain, karena keterbatasan gerak yang sedang diterapkan oleh pemerintah.

Belajar Jarak Jauh (BJJ) juga terasa membosankan tanpa ada kreatifitas dari guru maupun manajemen sekolah. Tugas dan tugas terus. Kalaupun ada materi pelajaran disajikan dalam bentuk tulisan, video yang lari dari situ ke situ juga. Hanya guru yang memiliki kreatifitaslah, yang mampu memberi perhatian pada anak-anak yang sedang belajar dari rumah.

Baca selengkapnya

Energi

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya (al-Baqarah 2: 172)

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok manusia setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tubuh, baik untuk pertumbuhan maupun energi. Pertumbuhan diperlukan untuk anak-anak dan remaja. Sedangkan energi dibutuhkan untuk bekerja, berkarya, juga beribadah. Dengan demikian, makan dan minum bukan hanya untuk pertumbuhan dan energi, tapi juga untuk beribadah.

Allah telah menciptakan begitu banyak ragam makanan di bumi ini. Allah juga telah menciptakan sistem pencernaan makanan dan metabolisme dalam tubuh yang amat canggih. Sistem itu berjalan secara otomatis dan terus menerus tanpa campur tangan manusia.

Sebagai seorang muslim, meskipun telah disediakan berbagai makanan yang bersih dan penuh gizi, tetapi harus diperhatikan juga kriteria halal dan thayyib. Kata halal berasal dari “halla” yang berarti lepas, atau tidak terikat. Halal berarti hal-hal yang diperbolehkan dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarang.

Baca selengkapnya